Senin, 30 April 2012

Bimbingan Dalam Islam


BAB I
PENDAHULUAN
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Dari keterangan diatas, dapat dianalisis bahwa saling menasehati satu sama lain dengan cara yang baik adalah anjuran atau perintah langsung dari Allah. Sementra penulis sendiri setelah melihat beberapa definisi mengenai Bimbingan dan konselin, berpendapat bahwa saling menasehati dan menunjukan kebaikan adalah sebagian dari proses Bimbingan yang mengharap clien atau sesama tamanya menjadi lebih baik.
Kaitanya dengan proses pembelajarn tentu saja proses bimbingan ini sangat dibutuhkan, karena kehadiranya dimaksudkan membantu siswa secara mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalahnya, untuk itu selain gambaran mengenai Bimbingan dan Konseling secara umum, penulis lebih menekankan kepada proses Bimbingan dan konseling Islam kaitanya dengan pendidikan sekolah.
Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Bimbingan menurut Islam?
2.      Bagaimana Proses Bimbingan dan Konseling Islam di sekolah?
3.      Pendekatan dan Metode apa saja yang bisa digunakan dlam menyelesaikan permasalah siswa?
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Bimbingan
Secara etimologis kata bimbingan merupakan terjemah dari bahasa Inggris “guidance”, Kata “guidance” adalah kata dalam bentuk masdar (kata benda) yang berasal dari kata kerja “ to guide” artinya menunjukan kata,  membimbing, atau menuntun orang lain ke jalan yang benar.[1] Jadi, kata “guidance” berarti pemberian petunjuk; pemberian bimbingan atau tuntunan kepada orang lain yang membutuhkan.
Definisi bimbingan yang pertama dikemukakan dalam Year’s Book of Education 1955, yang menyatakan: bimbingan adalah suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.[2]
B.     Bimbingan Konseling Islam
Bimbingan Konseling Islam adalah proses pemberian bantuan terarah, kontinu dan sistematis kepada setiap individu agar ia dapat mengembangkan potensi atau pitrah beragama yang dimilikinya secara optimal dengan cara menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah ke dalam dirinya, sehingga ia dapat hidup selaras sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits. Apabila internalisasi nilai-nilai dalam Al-Qur’an dan Hadits telah tercapai, dan fitrah agama ite telah berkembang secara optimal, maka individu tersebut dapat menciptakan hubungan yang baik dengan Allah, dengan manusia dan alam semesta sebagai manifestasi dari perananya sebagai Khalifah di muka bumi yang sekaligus juga berfungsi untuk mengabdi kepada Allah.[3]
Dengan demikian bimbingan di bidang Agama Islam merupakan kegiatan dari dakwah islam. Karena dakwah yang terarah ialah memberikan bimbingan kepada umat islam untuk betul-betul mencapai dan melaksanakan keseimbangan hidup fid dunya wal akhirah.[4]
Jadi Karakteristik manusia yang menjadi tujuan bimbingan Islam adalah manusia yang mempunyai hubungan baik dengan Allah sebagai hubungan Vertika;, dan hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan sebagai hubungan horizontal,
C.    Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Islam
Dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling islam, prinsip-prinsip yang digunakan bersumber dari ajaran utama Islam, yakni Al-Qur’an dan hadits yang kemudian dilengkapi dengan hasil penelitian dan pengalaman praktis berkaitan dengan hakikat manusia, perkembangan serta kehidupan manusia dalam konteks sosial budaya.
1.      Pelaksanaan Bimbingan Islam Di Sekolah
Di sekolah pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam dilaksanakan dengan prinsip bahwa klien atau siswa adalah manusia yang menjadi Khalifah dan sekaligus hamba Allah. Kedudukan sebagai khalifah mengandaikan adanya tanggung jawab atas diri sendiri, orang lain dan lingkungan disekitarnya. Sementara kedudukan manusia sebagai Hamba Allah memberi tanggungjawab kepada manusia untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan mengikuti ajaran-ajaran Islam yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits. Dengan prinsip ini, diharapkan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dapat berkembang dengan baik mengingat sekolah merupakan lahan yang potensial bagi pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam.
Sekolah memiliki kondisi dasar yang menuntut pelaksanaan bimbingan dan Konseling Islam dengan intensitas yang tinggi. Para siswa yang sedang dalam tahap perkembangan memerlukan berbagai jenis bimbingan dan konseling dengan segala fungsinya.[5]
2.      Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling Di Sekolah[6]
a.       Bimbingan dan Konseling Islam perlu memperhatikan sikap dan tingkah laku individu dengan segala perbedaan dan kebutuhan yang menjadi sasaran kegiatan pelayanan.
b.      Program Bimbingan dan Konseling Islam harus disusun sedemikian rupa sehingga sesuai dengan program pendidikan sekolah, fleksibel serta dapat berkembang secara optimal sehingga dapat memecahkan masalah yang duhadapi.
c.       Semua individu berhak mendapatkan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam, dan segala keputusan yang diambil berpusat kepada keputusan siswa.
d.      Petugas bimbingan memiliki pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman yang memadai tentang berbagai metode bimbingan serta menggunakannya secara tepat.

D.    Perbedaan Bimbingan Islam dengan Bimbingan Konvensional
Berdasarkan uraian diatas, maka prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Islam memiliki Perbedaan dengan Bimbingan dan Konseling Konvensional. Bimbingan dan Konseling Islam berperinsip pada pembentukan dan peningkatan Iman dan takwa kepada Allah (dimensi spiritual), sementara Bimbingan dan Konseling Konvensional hanya membicarakan masalah-masalah material, seperti penanaman nilai sosial, pembentukan moralitas dan lain sebagainya, yang pada dasarnya lebih kepada aspek keduniawian.
E.     Pendekatan Bimbingan Konseling Islam di Sekolah
1.      Pendekatan Psikologis
Tentang teori mekanisme keseimbangan antara berbagai unsur potensi yang dimiliki manusia meyebutkan bahwa manusia harus tumbuh dan berkembang dalam keseimbangan antara fisik dan mental, lahir dan batin. Konflik batin sering kali muncul disebabkan oleh:
a.       Perkembangan pikiran manusia
b.      Pengalaman yang mengecewakan dalam hidup
c.       Pertentanga nilai-nilai
2.      Pendekatan sosiologis
Dari pendekatan ini, bimbingan bertujuan merealisasikan dan mengaktualisasikan kemampuan dan bakat siswa sebagai makhluk sosial menjadi kekuatan yang mendorong terwujudnya hubungan yang baik antara pribadi dengan masyarakat.
3.      Pendekatan Budaya
Berdasarkan pendekatan ini Bimbingan dan Konseling Islam berusaha memperhatikan dan menyadari keragaman watak dan kepribadian siswa yang masih mungkin bisa dirubah dan diperbaiki melalui bimbingan dan konseling Islam.[7]
F.     Metode Bimbingan dan Konseling Islam di Sekolah
Untuk mengetahui dan menjelaskan pelbagai persoalan yang menjadi sebab kemunduran disiplin dan prestasi belajar siswa, diperlukan pendekatan melalui metode sebagai berikut:
1.      Wawancara untuk memperoleh data dan fakta kejiwaan yang dapat dijadikan sebagai perameter untuk memberikan bimbingan dan konseling yang tepat sesuai kondisi kejiwaan siswa pada saat memerlukan bantuan. Wawanncara dapat berjalan dengan baik dengan syarat-syarat sebagai berikut:[8]
a.       Pembimbing harus komunikatif dan terbuka kepada siswa.
b.      Pembimbing harus dapat dipercayai oleh siswa.
c.       Pembimbing harus berusaha menciptakan situasi dan kondisi yang damai dan aman.
d.      Pembimbing harus memberikan pertanyaan-pertanyaan yang tidak menyinggung perasaan siswa.
e.       Pmbimbing harus menunjukan itikad baiknya pada siswa.
f.       Masalah yang ditanyai oleh pembimbing harus benar-benar mengenai sasaran dan relevan dengan masalah yang dihadapi siswa.
g.      Pembimbing harus dapat menyimpan rahasia pribadi siswa.
2.      Metode Group Guidance (bimbingan secara berkelompok)
Metode ini baru daoat berjalan dengan baik bila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:[9]
a.       Usahakan agar bimbingan kelompok dilaksanakan dan diisi dengan ceramah tentang masalah yang berkaitan dengan karir dan pekerjaan termasuk sekolah dan pelajaran.
b.      Usahakan agar kelompok dapat berlangsung di tempat yang tenang, terang dan nyaman.
c.       Program bimbingan kelompok sebaiklnya mengikutsertakan staf administrasi, guru, wali kelas dan sebagainya.
d.      Waktu yang disediakan harus disesuaikan dengan kebutuhan akan pelayanan bimbingan kelompok.



BAB II
KESIMPULAN
Islam memandang bahwa bimbingan merupakan proses internalisasi nilai-nilai dan esensi Al-Qur’an dan Haditas kepada seseorang. Apabila internalisasi nilai-nilai dalam Al-Qur’an dan Hadits telah tercapai, dan fitrah agama ite telah berkembang secara optimal, maka individu tersebut dapat menciptakan hubungan yang baik dengan Allah, dengan manusia dan alam semesta sebagai manifestasi dari perananya sebagai Khalifah di muka bumi yang sekaligus juga berfungsi untuk mengabdi kepada Allah.
Di sekolah pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam dilaksanakan dengan prinsip bahwa klien atau siswa adalah manusia yang menjadi Khalifah dan sekaligus hamba Allah. Kedudukan sebagai khalifah mengandaikan adanya tanggung jawab atas diri sendiri, orang lain dan lingkungan disekitarnya. Sementara kedudukan manusia sebagai Hamba Allah memberi tanggungjawab kepada manusia untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan mengikuti ajaran-ajaran Islam yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits. Dengan prinsip ini, diharapkan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dapat berkembang dengan baik mengingat sekolah merupakan lahan yang potensial bagi pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam
Untuk melakukan menyelesaikan permasalahan-permasalah siswa dengan baik dibutuhakan pendekatan dan metode dan penggunaannya yang tepat, berikut beberapa pendekatan dan metode yang bisa dilakukan dalam bimbingan dan konseling islam di sekolah:
A.     Pendekatan
B.     Metode
1.      Pendekatan Psikologis
1. Wawancara
2.      Pendekatan sosiologis
2. Metode Group Guidance (bimbingan secara berkelompok)
3.      Pendekatan Budaya


DAFTAR PUSTAKA
Abdul Choliq Dahlan, 2009, Bimbingan dan Konseling Dalam Islam; Sejarah, Konsep dan Pendekatannya Yogyakarta: Pura Pustaka
Arifin, 1979, Pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama, Jakarta: Bulan Bintang
Bimo Walgito 2003, Bimbingan dan Konseling Di Sekolah,Yogyakarta: Andi Ofset
Samsul Munir Amin,2010, Bimbingan dan Konseling Islam,Jakarta: Amzah



[1] Arifin, 1979, Pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama, (Jakarta: Bulan Bintang), hlm. 18
[2] Samsul Munir Amin,2010, Bimbingan dan Konseling Islam,(Jakarta: Amzah), hlm.4
[3] Hallen, 2005, Bimbingan Konseling, (Jakarta: Quantum Teaching), hlm. 16-17
[4] Masdar Helmy, 1973, Dakwah Dalam Alam Pembangunan,(Semarang: Toha Putra), hlm. 18
[5] Bimo Walgito 2003, Bimbingan dan Konseling Di Sekolah,(Yogyakarta: Andi Ofset), hlm. 18
[6] Abdul Choliq Dahlan, 2009, Bimbingan dan Konseling Dalam Islam; Sejarah, Konsep dan Pendekatannya (Yogyakarta: Pura Pustaka), hlm.50
[7] Ibid.hlm. 132
[8] Ibid,.hlm. 133-134
[9] Ibid,.hlm. 134

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar